Kepala BGN mengkonfirmasi, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan sempat mendapati kondisi beberapa SPPG telanjur memasak menu makanan untuk siswa, namun ternyata sekolah yang menjadi sasaran pelayanan diliburkan.
"Karena karhutla sekolahnya mendadak diliburkan, yang sudah dimasak itu kemudian tetap kita tertibkan dengan mekanisme, diambil orang tua siswa," kata dia.
Kendati demikian, dia menambahkan bahwa mekanisme penyaluran tersebut sifatnya kondisional hanya karena dapur SPPG yang terkait sudah terlanjur memasak, dan saat ini penyaluran dihentikan sementara, karena sekolahnya diliburkan.